Kabar " Al- Jannah (Surga ) “
di dalam Al-Qur'an dan Hadist Nabi Shallallāhu ‘alayhi wa sallam
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Secara bahasa
Al-Jannah adalah kebun.
Secara syari’at
Al Jannah adalah negeri di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang Allāh sediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
Kenikmatan yang tidak pernah terbetik didalam hati manusia, Bagaimanapun besar kenikmatan didunia, maka tidak akan menyamai kenikmatan didalam surga.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ۬ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ۬ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
“Maka sebuah jiwa tidak mengetahui apa yang tersimpan untuknya, berupa kenikmatan yang menyejukkan mata. Sebagai balasan atas apa yang sudah mereka amalkan.”(QS As-Sajadah : 17)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
قَالَ اللَّه: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيْ الصَّالِحِيْنَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Allāh Ta’āla berkata, Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shālih, kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia.”(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)
Nama-nama kenikmatan di dalam surga yang Allāh kabarkan kepada kita sama dengan nama-nama kenikmatan yang ada di dunia.
Namun memiliki sifat yang berbeda. Rumah di surga lain dengan rumah di dunia, meskipun namanya sama-sama rumah.
Demikian pula buah-buahan di surga jauh
lebih nikmat dari pada buah-buahan di dunia, meski sama namanya.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
ڪُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡہَا مِن ثَمَرَةٍ۬ رِّزۡقً۬اۙ قَالُواْ هَـٰذَا ٱلَّذِى رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَـٰبِهً۬اۖ
Dan di antara kesempurnaan kenikmatan surga, bahwa apa yang kita inginkan akan diberi oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
لَّهُمۡ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَـٰلِدِينَۚ
“Bagi merekalah apa yang mereka inginkan, di dalam surga mereka kekal di dalamnya.”(QS Al-Furqan : 16)
Luas surga adalah seluas langit dan bumi.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ
“Dan hendaklah kalian berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Rabb kalian. Dan berlomba untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”(QS Āli-‘Imrān : 133)
Para penduduk surga akan mendapatkan rumah-rumah yang mewah.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّہُمۡ لَهُمۡ غُرَفٌ۬ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٌ۬ مَّبۡنِيَّةٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡہَـٰرُۖ
“Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Allāh, bagi mereka kamar-kamar di dalam surga, yang di atasnya ada kamar-kamar yang dibangun ( bertingkat -tingkat )”.(QS Az-Zumar : 20)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan tentang bangunan dan tanah di surga.
Ketika beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya oleh para shahābat tentang bangunan surga, beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) berkata:
“Batu bata dari perak dan batu bata dari emas, lumpurnya berbau wangi kasturi yang sangat harum. Kerikilnya mutiara dan batu mulia. Tanahnya elok seperti warna za’faran”.(Hadīts Shahīh riwayat Tirmidzi)
Di dalam surga juga ada kemah.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Kemah didalam surga terbuat dari mutiara-mutiara yang berongga di dalamnya, tinggi kemah tersebut 30 mil ke atas”
(Hadīts riwayat Bukhāri)
Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan dalam Surat Al-Baqarah : 25 dan juga ayat-ayat yang lain bahwasanya surga di bawahnya mengalir sungai-sungai.
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan dalam ayat yang lain bahwa di dalam surga,
√ Ada sungai dari air yang tidak akan payau,
√ Ada sungai-sungai dari susu yang tidak akan berubah rasanya,
√ Ada sungai-sungai dari khamr yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya.
√ Ada sungai-sungai dari madu yang tersaring lagi bersih (Lihat Surat Muhammad:15)
Di dalam surga juga ada mata air-mata air yang mengalir.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ۬ وَعُيُونٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam kebun-kebun dan mata air-mata air yang mengalir.”(QS Adz-Dzariyat : 15)
( Part 2 )
Dan di antara nama mata air surga adalah salsabil (Lihat Al-Insan : 18).
Di dalam surga juga ada pohon-pohon.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan di dalam sebuah hadīts:
“Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang apabila seorang pengendara berjalan menuruti bayangannya, yaitu bayangan pohon tersebut, niscaya 100 tahun dia tidak akan selesai”.
(Hadīts riwayat Bukhāri)
Dan di antara pohon surga adalah Sidratul Muntaha yang Allāh sebutkan dalam Surat An-Najm : 14.
Adapun bau wanginya maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan di dalam sebuah hadits yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Mājah.
وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ
“Sungguh bau wangi surga tercium dari jarak perjalanan 70 tahun.”
Di antara makanan penduduk surga adalah daging burung dan buah-buahan
Mereka akan meminum arak di dalam surga yang tidak memabukkan dan tidak membuat pening kepala.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
يَطُوفُ عَلَيۡہِمۡ وِلۡدَٲنٌ۬ مُّخَلَّدُونَ (١٧) بِأَكۡوَابٍ۬ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٍ۬ مِّن مَّعِينٍ۬ (١٨) لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡہَا وَلَا يُنزِفُونَ (١٩) وَفَـٰكِهَةٍ۬ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ (٢٠) وَلَحۡمِ طَيۡرٍ۬ مِّمَّا يَشۡتَہُونَ (٢١) وَ
“Mereka akan dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan seloki atau piala yang berisi arak yang diambil dari mata air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
(QS Al-Wāqi’ah:17-21)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Di dalam surga ada burung yang lehernya seperti leher unta, Kemudian beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan,
Yang memakannya lebih baik dari padanya”
(Hadīts hasan riwayat Tirmidzi)
Makanan pertama penduduk surga adalah tambahan hati ikan paus (Hadīts riwayat Bukhāri ).
⇒Maksudnya adalah sepotong daging yang menggantung pada hati ikan paus dan dia adalah bagian yang paling lezat dari hati ikan paus.
Di dalam hadīts Tsauban Radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imām Muslim, beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya oleh seorang ulamā Yahūdi, Apa yang mereka makan setelah itu?
Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:
“Akan disembelih bagi mereka sapi jantan dari surga yang akan dimakan oleh semua penduduk surga”
Ulamā Yahūdi tersebut berkata,
Apa yang mereka minum setelahnya?
Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:
“Mereka akan minum dari mata air di dalam surga yang dinamakan salsabil”
Para penduduk surga makan bukan karena lapar, dan minum bukan karena haus. Dan mereka tidak mengeluarkan kotoran.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum, dan tidak meludah, tidak buang air kecil, tidak buang air besar dan tidak membuang ingus.
Mereka bertanya, Lalu ke mana makanannya?
Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:
“Menjadi sendawa dan keringat, seperti keringat minyak kasturi”
(Hadīts riwayat Muslim)
Bejana-bejana mereka seperti piring, cangkir, gelas dan teko terbuat dari emas dan perak.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Dua surga terbuat dari perak, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya. Dan Dua surga terbuat dari emas, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya”(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)
Pakaian penduduk surga terbuat dari sutra, memakai perhiasan dari emas, perak dan mutiara.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ۬ وَلُؤۡلُؤً۬اۖ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٌ۬
“Mereka diberi perhiasan gelang dari emas dan perhiasan mutiara, dan pakaian mereka dari sutra”(QS Al-Hajj : 23)
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
عَـٰلِيَہُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٌ۬ وَإِسۡتَبۡرَقٌ۬ۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍ۬ وَسَقَٮٰهُمۡ رَبُّہُمۡ شَرَابً۬ا طَهُورًا
“Mereka akan memakai pakaian dalam dari sutra halus yang berwarna hijau dan memakai pakaian luar dari sutra tebal dan dihiasi dengan gelang dari perak dan Rabb mereka memberi minum kepada mereka dengan air yang sangat bersih.(QS Al-Insān : 21)
Mereka akan bersandar di atas permadani yang dalamnya terbuat dari sutra tebal (Lihat Ar-Rahman:54)
Dan akan bersandar di atas sofa yang tersusun (Lihat At-Thur:20)
Para penduduk surga akan saling bertemu dan bertegur sapa.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَأَقۡبَلَ بَعۡضُہُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٢٥) قَالُوٓاْ إِنَّا ڪُنَّا قَبۡلُ فِىٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ (٢٦) فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَوَقَٮٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ (٢٧) إِنَّا ڪُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُۖ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ (٢٨)
“Dan mereka akan saling berhadapan dan saling bertanya. Mereka berkata,
Sesungguhnya kita dahulu di dunia sewaktu berada di tengah-tengah keluarga, kita merasa takut dengan adzab. Maka Allāh memberikan karunia kepada kita. Dan memelihara kita dari adzab neraka. Sesungguhnya kita dahulu menyembahnya sejak dahulu dan Dia-lah yang Maha Melimpahkan Kebaikan dan Maha Penyayang.(QS At-Thur :25-28)
( Part 3 )
Para penduduk surga akan masuk ke dalam surga seperti manusia yang berumur 33 tahun.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ
“Penduduk surga akan masuk ke dalam surga dalam keadaan kulit tidak berambut, tidak berjenggot, bercelak matanya seperti manusia yang berumur tiga puluh atau tiga puluh tiga tahun”(Hadīts Hasan Riwayat Tirmidzi)
⇒Tiga puluh atau tiga puluh tiga adalah keraguan dari rawi.
Dan di dalam hadīts hasan yang diriwayatkan oleh Imām Ahmad dari Abū Hurairah Radhiyallāhu ‘anhu disebutkan bahwasanya:
“Mereka akan masuk surga dalam keadaan kulit berwarna putih, berumur tiga puluh tiga tahun dengan tinggi enam puluh hasta”
⇒Satu hasta adalah dari satu siku ke ujung jari.
Allāh akan menikahkan para laki-laki penduduk surga dengan bidadari yang sempurna kecantikannya.
Allāh berfirman:
وَزَوَّجۡنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍ۬
“Dan Kami akan menikahkan mereka dengan bidadari-bidadari”(QS Ath-Thūr : 20)
Dan yang dimaksud dengan Khūr adalah ‘wanita-wanita yang putih matanya sangat putih, Dan bagian hitam matanya sangat hitam’.
Dan ‘Iin adalah ‘wanita-wanita yang lebar matanya’.
Allāh menyebutkan bahwasanya bidadari-bidadari tersebut besar payudaranya dan sebaya umurnya⇛(QS An-Naba’:33)
Mereka diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla secara langsung dalam keadaan perawan dan penuh rasa cinta kepada suaminya ⇛(QS Al-Waqi’ah:35-37)
Sangat cantik seperti mutiara yang tersimpan, yang tidak berubah warnanya ⇛(QS Al-Wāqi’ah : 23)
Dan ada yang seperti batu mulia dan mereka menjaga pandangan mereka hanya untuk suaminya⇛ (QS Ar-Rahman:56-58)
Para bidadari tersebut tidak pernah haid dan mereka bersih dari segala kotoran⇛(QS Al-Baqarah : 25)
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan bahwasanya seandainya salah seorang bidadari muncul dan melihat ke bumi, niscaya dia akan menyinari apa yang ada di antara surga dan bumi.
Dan niscaya akan memenuhi antara surga dan bumi dengan bau wangi.
Dan sungguh khimar atau kerudung seorang bidadari lebih baik dari pada dunia dan seisinya (Hadīts Riwayat Bukhāri)
Para bidadari tersebut akan cemburu bila suaminya yang sedang di dunia disakiti oleh istrinya di dunia, sebagaimana tersebut dalam hadīts yang shahīh riwayat Tirmidzi dan Ibnu Mājah.
Lelaki penduduk surga akan diberi kekuatan seratus kali lipat dalam makan, minum, syahwat dan mendatangi istrinya.
(Hadīts Shahīh Riwayat Ath-Thabrani didalam Al-Mu’jamul Kabiir).
Istri di dunia akan menjadi istri di akhirat apabila istri tersebut berimān.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
جَنَّـٰتُ عَدۡنٍ۬ يَدۡخُلُونَہَا وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآٮِٕہِمۡ وَأَزۡوَٲجِهِمۡ وَذُرِّيَّـٰتِہِمۡۖ
“Surga-surga yang mereka akan masuk ke dalamnya dan juga orang-orang yang shālih dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka dan keturunan-keturunan mereka”.(QS Ar-Ra’ad: 23)
Para penduduk surga akan dilayani oleh anak-anak muda yang Allāh ciptakan di dalam surga, mereka akan sangat indah dipandang dan banyak seperti mutiara-mutiara yang bertebaran ⇛(Lihat QS Al-Wāqi’ah:17 dan QS Al-Insān:19)
Sebagian besar penduduk surga adalah orang-orang lemah.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينَ
“Maka sebagian besar orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin”(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim).
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan beberapa nama penduduk surga, di antaranya; Abū Bakr, Umar, Utsman, ‘Āli Radhiyallāhu ‘anhum
Sebagaimana di dalam hadīts yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.
Kenikmatan paling besar bagi penduduk surga di atas segala kenikmatan surga yang mereka rasakan adalah memandang wajah Allāh yang mulia.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Apabila penduduk surga masuk ke dalam surga maka Allāh Tābaraka wa Ta’āla akan berkata:
“Apakah kalian menginginkan aku tambah kenikmatan kepada kalian?”
Mereka berkata:
“Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga? Dan menyelamatkan kami dari neraka?”
Allāh pun menyingkap hijab, maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka cintai dari pada melihat kepada Rabb mereka ‘Azza wa jalla”(Hadīts riwayat Muslim)
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٌ۬ۖ
“Bagi orang-orang yang berbuat baik adalah surga dan tambahan”(QS Yūnus : 26)
⇒Tambahan didalam ayat di atas adalah memandang wajah Allāh.
Sebagaimana datang tafsirnya dari para shahābat seperti Abū Bakr, Abū Mūsā Al-Asy’ari dan Hudzaifah Radhiyallāhu ‘anhum.
Para penduduk surga akan sangat berbahagia dan wajah mereka berseri-seri ketika melihat Allāh ‘Azza wa jalla, Dzat yang selama di dunia mereka imani dan mereka sembah, padahal mereka tidak pernah melihat-Nya.
Mereka taati perintah-Nya, mereka jauhi larangan-Nya, mereka benarkan kabar-kabar-Nya, bersabar atas ujian-Nya, mereka baca dan dengarkan firman-Nya, mereka ikuti Nabi-Nya, menyeru kepada jalan-Nya, dan merindukan pertemuan dengan-Nya, Meskipun dengan segala kekurangan yang mereka miliki.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وُجُوهٌ۬ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ نَّاضِرَةٌ (٢٢) إِلَىٰ رَبِّہَا نَاظِرَةٌ۬ (٢٣)
“Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Rabb mereka”(QS Al-Qiyāma :22-23)
Saudaraku, jalan ke surga adalah jalan yang penuh dengan rintangan. Tidak sampai ke sana kecuali orang yang bersabar.
Ada perintah yang harus dikerjakan, ada larangan yang harus dijauhi, dan ada ujian yang harus kita sabar menghadapinya.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga dikelilingi perkara-perkara yang dibenci dan neraka dikelilingi perkara-perkara yang menyenangkan”(Hadīts riwayat Muslim).
Kesenangan dunia adalah kesenangan yang sedikit, Sebentar dan banyak kekurangan.
Sedangkan kesenangan akhirat adalah kesenangan yang sangat banyak, kekal selamanya dan tanpa ada kekurangan sedikitpun.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (١٦) وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ (١٧)
“Akan tetapi kalian mendahulukan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.”(QS Al-A’lā : 16-17)
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman yang artinya:
“Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, saling memperbanyak harta dan juga anak-anak. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kalian melihat warnanya menjadi kuning kemudian hancur. Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Allāh serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(QS Al-Hadīd : 20)
Untuk mendapatkan surga bukan berarti seseorang harus meninggalkan seluruh kesenangan dunia.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan dunia dan kenikmatannya supaya kita manfaatkan dengan baik untuk mencari ridha Allāh dan surga-Nya.
Orang yang tercela adalah orang yang menjadikan kebahagiaan di dunia sebagai tujuan dan melupakan kebahagiaan akhirat.
" Ya Allah Masukanlah Kami Kedalam Surga-Mu.Kami Berlidung kepada-Mu dari Neraka-Mu"
Aamiin...
"Wallahu a'lam bishawab" (والله أعلم بالصواب) berarti "Hanya Allah yang mengetahui kebenaran yang sesungguhnya"
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
No comments:
Post a Comment